Wisata Rohani Jogja

Wisata Rohani Jogja

Tak hanya terkenal dengan wisata budaya dan alam yang indah, Jogja juga menawarkan beberapa lokasi menarik untuk tujuan wisata religi. Berikut referensi wisata rohani Jogja yang layak dimasukkan dalam daftar tujuan wisata keluarga Anda.

  1. Masjid Jami Sulthoni Plosokuning
    Masjid yang disebut juga dengan masjid pathok Negara ini terletak di Jl Plosokuning Raya, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik Sleman. Masjid Jami ini merupakan salah satu masjid tertua milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yag dibangun pada awal abad 19 M, di bawah pemerintahan Sultan Hamengku Buwono III. Masjid Pathok Negara didirikan oleh keraton di empat penjuru arah mata angin. Hal itu dimaksudkan sebagai benteng atau pelindung secara rohani keraton atau sering disebut sebagai masjid pancering bumi. Karena nilai historis inilah, Masjid jami Sulthoni ditetapkan sebagai bangunan benda cagar budaya (BCB) oleh pemerintah.
  2. Masjid Kotagede
    Masjid artistik ini didirikan sekitar tahun 1640-an Masehi. Bangunannya sangat unik, penuh ornamen Jawa. Yang paling menarik, ukiran mimbar khotbah yang begitu indah, bedug yang usianya sudah ratusan tahun, serta tembok berperekat air aren. Di halaman masjid, berdiri sebuah pohon beringin yang konon usianya sudah ratusan tahun, karenanya penduduk setempat menamainya “Wringin Sepuh”. Pohon itu tumbuh di lokasi yang kini dimanfaatkan untuk tempat parkir. Setiap saat, apalagi ketika masuk waktu sholat, masjid ini dikunjungi banyak orang.
  3. Masjid Syuhada
    Inilah salah satu masjid yang memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan mantan presiden RI pertama. Soekarno memberikan penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan yang bertempur di Yogyakarta dengan mendirikan masjid Syuhada, yang berarti pahlawan, pada tanggal 20 September 1952. Nama ini dicetuskan oleh Haji Benjamin, seorang tokoh pemuda pejuang Islam di zaman kemerdekaan. Selain itu, masjid yang terletak di daerah Kota Baru, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, juga memiliki arsitektur menarik yang mencerminkan jiwa nasionalisme. Masjid ini diabngun dengan 17 anak tangga, gapura masjid dengan segi delapan, kubah pertama berjumlah empat, dan kubah atas berjumlah lima. Angka-angka tersebut menunjukkan simbol kemerdekaan RI yakni 17 Agustus 1945. Sejak tahun 2002, masjid ini ditunjuk sebagai objek wisata religius serta benda cagar budaya di Yogyakarta. Tak hanya menjadi tempat sholat berjamaah, masjid ini juga menjadi tempat pendidikan dan dakwah dengan dibangun pusat pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
  4. Masjid Gede Kauman
    Inilah masjid besar kebanggaan masyarakat Jogja. Masjid cagar budaya ini ini dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I, tepatnya pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 Masehi atau 6 Rabiul Akhir 1187 Hijriah. Semula, masjid Kauman didirikan sebagai sarana beribadah bagi keluarga raja dan rakyatnya, serta untuk menegaskan identitas kerajaan Islam. Kini, masjid ini terbuka untuk umum. Yang membedakan dengan masjid pada umumnya, masjid Gede Kauman memiliki serambi yang berfungsi sebagai ‘Almahkamah Al Kabiroh’ atau tempat pertemuan para alim ulama, tempat pengajian dan dakwah Islamiyah, pengadilan agama, pernikahan, perceraian, pemberian waris, peringatan hari-hari besar Islam, dan lain-lain.
  5. Masjid Pakualaman
    Sekitar akhir abad XIX, Paku Alam II mendirikan masjid di sudut barat laut alun-alun Sewandanan yang sekarang dikenal dengan Masjid Pakualaman. Waktu pendirian masjid cagar budaya Yogyakarta ini masih diperdebatkan. Hal ini tampak pada dua bukti peninggalan sejarahyang berbeda. Pada prasasti di sebelah utara tertoreh sengkalan: Pandhita Obah Sabda Tunggal yang menunjukkan tahun Jawa 1767 (1839 Masehi). Namun, pada prasasti di sebelah selatan tertoreh sengkalan: Gunaning Pujangga Sapta Tunggal yang menunjukkan tahun Jawa 1783 (1855 Masehi).
  6. Miniatur Masjid Baiturrahman
    Bencana tsunami Aceh tahun 2004 lalu menyisakan kenangan yang kuat bagi siapa saja. Satu bangunan saksi sejarah kedahsyatan tsunami yakni Masjid Baiturrahman yang tetap berdiri kokoh meski bangunan di sekitarnya tersapu gelombang dahsyat. Demi mengingatkan masyarakat akan keistimewaan masjid ini, dibangunlah miniatur Masjid Baiturrahman di Jogjakarta pada tahun 2010 yang lalu. Salah satu ikon wisata di Jogja ini dibentuk dengan desain bangunan yang menyerupai Masjid Baiturrahman yang asli. Masjid unik ini terletak di tepi ringroad selatan kota Jogja.
  7. Masjid Apung UGM
    Sebenarnya masjid ini bernama At-Taqwa. Karena dibangun di atas kolam ikan sehingga kelihatan seperti sedang mengapung, karenanya awam menyebutnya dengan masjid apung. Berada di area kampus UGM, masjid ini dibuat dengan konsep ruangan terbuka, dimana setiap sisinya tidak bertembok, melainkan diberi tiga tingkat pagar horisontal. Keunikan lain dari masjid ini terletak pada atap masjid yang berbentuk limas segi empat dengan kerangka besi yang dicat dengan warna hitam, lengkap dengan lubang berbentuk lingkaran di bagian atasnya.

Demikian informasi mengenai beberapa tempat wisata religi di kota Jogja. Untuk mempermudah Anda menjelajahi kota Gudeg ini, hubungi saja sewa rental mobil Valdo Rentcar di nomor XL 0877-3988-1155 atau AS 08222-635-1155.

Nb:
Sumber Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Gedhe_Kauman